catatan Jumat 10 Januari 2025

Hari ini tadi saya membayarkan iuran untuk natalan di SDN Wage 2 natalan sekolah dari sekolahnya Theresia Amora miranto. 

Sudah saya transfer ke bendahara Natal. 
Wa-nya juga sudah dibalas. Saya kurang tahu apakah ada iuran minimalnya ataukah sukarela untuk pembayaran iuran Natal pada Natal kali ini.

Agenda selanjutnya pada hari ini tadi saya bersama Mas Yulius ada pekerjaan pemasangan CCTV untuk pabrik yang ada di Pasuruan. 

Pemasangan CCTV pada kali ini bisa dibilang cukup lancar. Puji Tuhan pekerjaan pemasangan kabel dan pemasangan kamera telah selesai dikerjakan. Dan kemungkinan nanti hari Senin akan dilanjutkan dengan pemasangan TV 32 inchi. Jadi masih ada satu hari pengerjaan pergi ke Pasuruan nanti hari Senin. 

Saat ini pukul 23.49 di mana saya merenung di teras sambil menghisap sebatang rokok linting. Yang menjadi perenungan saya adalah mengenai keberadaan saya sebagai warga di lingkungan Yakobus 6 dan sekaligus menjadi warga di RT 06. 

Dalam hati kecil saya sedikit merasakan kekecewaan saya merasa tidak dihargai baik di ke rt-an atau pun juga di lingkungan Yakobus 6. Hal ini menjadi perenungan bagi saya secara pribadi. 

Apakah saya harus tetap eksis atau menjadi warga yang pasif baik di kert-an ataupun di lingkungan. Mengapa saya mempunyai pemikiran seperti ini. 

Semoga ini pemikiran saya yang keliru memandang satu kasus. Realita yang saya alami sekarang ini di ke rt-an saya bukan siapa-siapa. Di lingkungan ya kubus 6 saya juga bukan siapa-siapa. 

Di saat yang lain kawan-kawan saya banyak yang dilibatkan untuk menjadi pengurus baik di krt-an dan juga di lingkungan. Sedangkan saya sendiri tidak dimasukkan ke dalam bagian dari kelompok-kelompok itu. 

Daripada aku sendiri merasakan sedikit kekecewaan dan aku merasa tidak dihargai Ya sudahlah lebih baik saya fokus kepada diri saya sendiri dan saatnya saya untuk merenung untuk mengevaluasi diri saya. 

Dengan menatap realita yang ada di hadapan saya berarti secara umum kehadiran saya bukankah sudah tidak diperlukan lagi ini menurut pandangan Semoga apa yang menjadi kesimpulan dan pandangan saya adalah keliru harapan saya seperti itu. 

Apakah aku harus memaksakan diri untuk masuk sementara kehadiran saya sendiri hanya dipandang sebelah mata. Setelah saya juga membuka file-file saya pada perayaan natal 2023 saya pun tidak masuk ke dalam kelompok-kelompok itu. 

Inilah yang menjadi perenungan bagi hidup saya. Saatnya saya mengevaluasi diri merenungi dan memandang dari sudut pandang saya sebagai umat biasa. 

Kalau melihat runtutan pada tahun 2023 kerja bakti saya juga ikut pemasangan pemasangan saya juga ikut Apakah hal itu masih kurang untuk menjadikan bukti keterlibatan saya dalam turut serta aktif dalam ke rt-an dan kepengurusan lingkungan. 

Aku sendiri harus bagaimana menyikapi mengenai hal ini. Hati kecilku mengatakan sudahlah kamu tidak usah ikut campur dalam progres pengembangan dan pelayanan. Masih banyak kekurangan-kekurangan yang ada pada diriku. Ini adalah realita yang saya anggap bisa untuk menjadikan satu pedoman bagi langkah saya ke depan. 

Aku tidak mau turut campur masuk lebih dalam lagi. Sudah cukup aku dulu juga pernah merasakan menjadi sekretaris di kepengurusan lingkungan dan di pengurusan ke RT an. 

Dari kejadian yang dulu-dulu mungkin beberapa orang itu menilai bahwa saya tidak bisa diajak untuk bekerja ini adalah realita mengapa karena terbukti pada periode periode selanjutnya bahkan nama saya pun sudah tidak disebutkan. 

Saya harus ikhlas hati harus menerima diri menghadapi keadaan ini. Saya harus ikhlas dan legowo. 

Semoga dengan keadaan ini saya bisa semakin introspeksi diri semakin tahu diri dan semakin bisa memposisikan diri. Ya sudahlah tidak usah terlalu disesali tidak usah terlalu diambil hati. 

Jalani dengan enjoy. Tidak usah terlalu memaksakan diri untuk masuk. Karena aku sendiri tidak dianggap dalam satu komunitas ini. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan 4 Januari 2025

tanpo aran tanpo rupo

catatan 8 Januari 2025